Dia mengingatkan, jika masih banyak kegiatan yang menimbulkan kerumunan, kasus penularan Covid-19 semakin sulit dikendalikan. "Akan terus merangkak naik kalau kita tidak efektif dalam pencegahan," ucapnya.
Menurutnya, semakin meningkat mobilitas orang akan memengaruhi peningkatan kasus Covid-19. Pencegahannya, kata dia dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan.
Dia berharap semua bisa menahan diri untuk membuat kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Pertemuan dengan menghadirkan banyak orang disarankan melalui online.
Sebelumnya Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif memastikan Reuni 212 ditunda menyusul larangan dari Polri. Acara tersebut rencananya akan dilaksanakan di Monas, Jakarta pada 2 Desember 2020 mendatang.
Slamet menuturkan, Reuni 212 tetap dilaksanakan di waktu dan tempat yang telah direncanakan jika pemerintah membiarkan kerumunan terjadi pada pelaksanaan Pilkada 2020.
"Pelaksanaan Reuni 212 2020 ditunda sementara dengan mengamati pelaksanaan Pilkada 2020. Jika ada pembiaran kerumunan oleh pemerintah (di Pilkada Serentak 2020) maka Reuni 212 tahun 2020 akan tetap digelar di waktu yang tepat," kata Slamet melalui konferensi pers virtual yang disiarkan Front TV, Selasa (17/11/2020).