Pemahaman Sains dan Keyakinan Secara Utuh

Dharma Pongrekun
Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Komjen Pol Dharma Pongrekun. (Foto: Istimewa).

Hikmat diperoleh diawali dari rasa takut akan Tuhan yang akan memberikan pengetahuan tentang Yang Maha Kudus, sehingga langkah-langkah orang yang berhikmat akan selalu tepat karena dia mengenal dengan benar, mana kehendak Tuhan dan mana yang bukan. Dia tidak akan salah dalam memilih.

Selama ini manusia banyak mencari jawaban dari sains, masalah apa pun yang muncul, mereka selalu menggunakan pandangan ilmiah (kecerdasan intelektual) mereka sebagai dasar untuk membuktikan masalah tersebut dan menerimanya sebagai kebenaran. Sejak sekolah manusia sudah dikuasai oleh sains, dimana manusia tidak lagi memiliki pengenalan akan Tuhan dengan benar, sehingga tidak sungguh-sungguh menyembah Tuhan, karena tidak mengenal kebenaran bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan.

Semakin seseorang terlalu mengandalkan sains yang telah terprogram di dalam intelektualnya, mereka akan menjadi semakin tidak masuk akal tentang hal-hal spiritual karena mereka lebih percaya segala sesuatu memiliki solusi ilmiah dan hanya melalui  penelitian ilmiah yang dapat menyelesaikan apa pun. Mereka tidak mencari Tuhan, karena mereka tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. 

Seringkali manusia lebih mengandalkan sains ataupun solusi ilmiah untuk memecahkan masalah, tetapi tidak lagi melihat masalah dari perspektif kebenaran sejati. Mereka sungguh-sungguh tidak lagi mengandalkan Tuhan dan tidak mencari Tuhan. Bahkan ada sebagian orang yang ingin meneliti Tuhan dengan cara ilmiah yang sama, seperti mereka mempelajari sains, tetapi mereka tidak akan menemukan jawaban yang memuaskan hatinya. 

Contohnya, begitu banyak ahli agama yang mencoba meneliti bagaimana Nabi Musa menyeberangi Laut Merah yang terletak di sebuah teluk pada bagian barat Jazirah Arab yang memisahkan Benua Asia dan Benua Afrika untuk membuktikan secara ilmiah bagaimana sehingga Laut Merah bisa terbelah. Mereka pasti akan kesulitan mendapatkan jawabannya melalui riset ataupun penelitian secara ilmiah karena yang mereka pahami hanyalah yang bersifat dunia fisik. Ingatlah, kedaulatan Tuhan atas segala sesuatu melampaui segala akal.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bakteri Baik di Usus Ikutan Tidur di Malam Hari? Ini Faktanya!

57 tahun lalu

LPOI Gaungkan Solusi Spiritual saat Dialog Perdamaian di Jepang

57 tahun lalu

Apa Itu Rathalos inagami, Laba-Laba Hantu Pertama di Indonesia? Ini Karakternya

57 tahun lalu

Laba-Laba Hantu Pertama di Asia Tenggara Ditemukan di Pulau Jawa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal