Ketika kantor PDI Perjuangan diserang pada 27 Juli 1996, dia mengungkapkan, partainya tidak melodramatik. Selain itu, dia mengatakan, partainya juga tidak latah menuduh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kami menempuh jalur hukum dan yang kami tuduh adalah pemerintahan yang antidemokrasi-otoriter, meskipun saat itu Pak SBY mungkin mengetahui hal ikhwal serangan itu," ujar Hasto.
Terkait perusakan atribut kampanye Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau pada Sabtu dini hari, dia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan tuntas. Dia ujuga mengajak semua pihak untuk memerangi pihak-pihak yang diduga mencoba mengadu domba.
"Apalagi kejadiannya di Riau. Kami tidak sekuat di daerah lain. Ketika Bus Kampanye Demokrat yang eksklusif, lux dan mahal melintas di wilayah yang menjadi basis PDI Perjuangan pun semua aman-aman saja. Apalagi di Riau. Jadi mari perangi bersama, para penyusup yang mencoba mengadu domba Partai tersebut,” katanya menegaskan.
Tidak lupa, Hasto juga meminta seluruh anggota dan kader partai semakin waspada terhadap berbagai bentuk adu domba.
Sebelumnya, ribuan bendera dan baliho Partai Demokrat diturunkan dan dirobek di Pekanbaru pada Sabtu (15/12/2018) dini hari. Bahkan, bendera tersebut dibuang ke parit.
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninjau langsung ke lokasi. Sampai saat ini belum diketahui siapa pelaku perobekan tersebut.