PBNU Minta Musisi Asing Hormati Hukum Negara yang Tolak LGBT

Widya Michella
Ketua Bidang Keagamaan PBNU, KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) meminta musisi asing menghormati negara yang menolak LGBT. (Foto: nu.or.id)

Kepolisian Malaysia, PDRM mengungkap telah menerima tiga laporan dari masyarakat terkait tindakan dari pentolan grup band The 1975, Matty Healy di atas panggung festival musik Good Vibes Festival (GVF). Buntut dari tindakan yang mempromosikan LGBT itu, pemerintah Malaysia langsung membatalkan GVF dan melarang The 1975 untuk tampil di Malaysia.

Dalam penyataannya PDRM mengatakan pihaknya tidak dapat melakukan tindakan terhadap Matty Healy dan anggota The 1975 karena grup band itu telah meninggalkan Malaysia pada 22 Juli 2023 malam di waktu yang sama ketika mereka diusir dari GVF.

Meski begitu, penyelidikan terhadap laporan tersebut tidak berhenti sampai di sana. PDRM menegaskan masih bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital dengan menghubungi pihak-pihak terkait dan yang terlibat untuk membantu penyelidikan.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Masuk Struktur Termasuk Waka BP BUMN

57 tahun lalu

MUI Usul Hukuman LGBT Lebih Berat daripada Zina, Termasuk bagi Pelaku Kampanye

57 tahun lalu

Alasan Tyo Nugros Dicekal ke Malaysia Akhirnya Terungkap, Terkait KPKNL!

57 tahun lalu

MUI Desak DPR-Pemerintah Buat Aturan Khusus LGBT, Minta Hukuman Lebih Berat dari Zina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal