Kondisi ini berdampak langsung pada kehidupan warga, terutama keluarga berpenghasilan harian, lansia, dan anak-anak, yang hingga kini masih membutuhkan dukungan serius.
Sejalan dengan data BNPB dan BPBD Sumbar, hingga akhir Desember 2025 tercatat 261 korban meninggal dunia, puluhan warga masih dinyatakan hilang, serta lebih dari 100.000 warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah dan infrastruktur.
Pada fase pemulihan awal ini, Partai Perindo membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga dengan menyalurkan bantuan berupa beras, air mineral, ikan kaleng serta bahan pangan lainnya. Penyaluran dilakukan secara langsung dengan pendampingan penuh tim Perindo di lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan.
Selain bantuan logistik, Perindo menekankan pentingnya percepatan penyediaan huntara yang aman dan layak. Banyak warga kehilangan tempat tinggal atau belum dapat kembali ke rumah mereka, sehingga terpaksa bertahan di lokasi yang tidak memadai dan berisiko terhadap keselamatan serta kesehatan.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumbar diperkirakan membutuhkan waktu 2–3 bulan, seiring perbaikan infrastruktur, penyediaan huntara, serta pembangunan hunian tetap (huntap). Pemerintah pusat merencanakan penyediaan lebih dari 2.500, termasuk dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang menyiapkan 600 unit huntara layak.