Partai Perindo Sebut Polemik Debat Cawapres Ditiadakan Timbulkan Kecurigaan KPU Diintervensi

Dimas Choirul
Partai Perindo menyebut polemik debat cawapres ditiadakan menimbulkan kecurigaan adanya intervensi ke KPU. (Foto: MPI)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Bidang Politik DPP Partai Politik Yusuf Lakaseng merespons polemik debat khusus cawapres yang kabarnya tidak digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia mengatakan jika hal itu benar terjadi, akan timbul kecurigaan KPU diintervensi politik.

"Sangat disayangkan KPU meniadakan debat khusus cawapres, ini menimbulkan kecurigaan jangan-jangan KPU mengalami intervensi politik. KPU akan dituduh oleh publik tidak melayani kepentingan rakyat untuk menghadirkan Pemilu yang benar-benar demokratis," kata Yusuf kepada wartawan, Sabtu (2/12/2023).

Yusuf mengatakan, wapres merupakan jabatan yang memiliki fungsi kerja seperti presiden. Sosok wapres harus mampu mengimbangi kualitas dari presiden untuk memimpin negara.

"Wapres adalah pembantu presiden yang akan menggantikan presiden jika presiden berhalangan hadir menjalankan tugasnya. Kualitas cawapres haruslah mumpuni setara dengan capres," ucap Yusuf -yang juga merupakan Caleg DPR Dapil Sulawesi Tengah itu.

Untuk itu, Yusuf memandang KPU sebaiknya harus tetap menggelar debat cawapres untuk kebaikan penyelenggaraan Pemilu. Hal tersebut untuk menguji sejauh mana publik dapat melihat kualitas cawapres pilihannya.

"KPU seharusnya menaikkan kualitas Pilpres, bukan malah menurunkannya," katanya.

Sebelumnya, KPU telah menetapkan debat capres dan cawapres tetap berlangsung 5 kali. Rinciannya, 3 kali debat capres dan 2 kali cawapres.

"Tetap ada debat cawapres. UU Pemilu menentukan ada lima kali debat. 3 kali debat capres dan 2 kali debat cawapres," ujar Ketua KPU Hasyim Asy'ari, Jumat (1/12/2023).

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Anggota DPRD DKI Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda ke Warga Rawa Buaya Jakbar

57 tahun lalu

Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif

57 tahun lalu

Hijrah dan Energi Baru Indonesia: Maju Babarengan, Aksi Nyata Hasil Karasa

57 tahun lalu

KPU Kaji E-Voting Pemilu 2029, DPR Ingatkan Perlindungan Data Pribadi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal