Hal itu, didasari beberapa faktor. Salah satunya, Meutya mengungkapkan, dalam beberapa hasil survei persentase anak muda atau milenial yang tertarik dengan politik sangat rendah.
"Kita lihat survei Kompas hanya 11 persen dari generasi milenial yang mau masuk parpol. Kemudian ada survei CSIS, Idea, Perludem yang mengatakan hanya segelintir anak muda yang tertarik pada politik. Jadi lebih banyak yang apatis," katanya.
Walaupun begitu, Meutya memastikan, Partai Golkar akan mendukung penuh seluruh kebijakan yang akan diambil Presiden Jokowi, termasuk soal pemilihan menteri muda.
"Digital ekonomi saya rasa satu juga yang harus kita siapkan. Karena biasanya anak muda itu lebih cakap adaptasi dengan hal-hal berbau ekonomi," ujarnya.