Sebab, pada Desember 2020 tercatat gunung Semeru pernah meletus. “Letusan kali ini, volume magmanya sebetulnya tidak banyak, tetapi abu vulkaniknya banyak sebab akumulasi dari letusan sebelumnya,” kata Mirzam.
Sementara itu, lanjut Mirzam, bahaya dari gunung api secara umum ada dua, yaitu primer dan sekunder. Bahaya primer berkaitan dengan saat gunung meletus dan bahaya sekunder setelah gunung api tersebut meletus.
Bahaya primer dari letusan ialah aliran lava, wedus gembel, dan abu vulkanik. Sementara bahaya sekunder gunung Semeru meletus salah satunya terjadinya banjir bandang atau pun lahar. “Dua-duanya sama-sama berbahaya,” pungkasnya.