P2G Temukan Pelanggaran Prokes dalam Penerapan PTM 100 Persen

Neneng Zubaedah
Ilustrasi PTM 100 persen

JAKARTA, iNews.id - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendapatkan beberapa temuan dalam penerapan PTM 100 persen. Adapun, beberapa temuan di antaranya adalah kebijakan yang tergesa-gesa, pelanggaran prokes, hingga kurangnya pengawasan.

P2G sangat mengapresiasi keputusan Wali Kota Solo yang menunda PTM 100 persen karena vaksinasi anak 6-11 tahun belum tuntas. Begitu pula Dinas Pendidikan Jawa Barat yang menunda PTM 100 persen di tengah meningkatnya kasus Omicron.

Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri mengatakan, berdasarkan laporan P2G daerah pelanggaran protokol kesehatan masih kerap terjadi. Misalnya saja, P2G masih menemukan banyak siswa berkerumun saat pengecekan suhu saat tiba di sekolah.

Diketahui, kerumunan terjadi karena sekolah tidak memiliki thermogun yang memadai. P2G berharap sekolah dapat memperbanyak thermogun yang dipasang secara terpisah satu sama lain.

Selain itu, diketahui bahwa ada kantin sekolah yang diam-diam buka. Kemudian, siswa di sekolah tak menjaga jarak hingga tidak adanya ventilasi udara dalam kelas.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
3 tahun lalu

Pemkot Bogor Izinkan Sekolah Tatap Muka 100 Persen

Nasional
4 tahun lalu

Kasus Covid-19 Naik, Kemkes Sebut Anak Batuk Pilek Tidak Boleh Masuk Sekolah

Megapolitan
4 tahun lalu

Menengok Hari Pertama Tahun Ajaran Baru Tatap Muka di DKI, Sekolah Terapkan Protokol Kesehatan

Megapolitan
4 tahun lalu

685 Sekolah di Kota Tangerang Gelar PTM 100 Persen Hari Ini, Berikut Rinciannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal