JAKARTA, iNews.id - Korps Lalu Lintas Polri akan memaksimalkan penggunaan Drone Presisi dalam Operasi Ketupat 2026 untuk memantau kepadatan arus mudik dan balik secara real time. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan, teknologi tersebut akan digunakan untuk mendeteksi titik rawan kemacetan, perlambatan, pelanggaran serta memantau pergeseran arus kendaraan di sejumlah ruas tol dan rest area.
Beberapa titik yang menjadi fokus pemantauan antara lain KM 29, KM 81, serta sepanjang KM 70 hingga KM 414. Selain itu, pengawasan juga dilakukan di rest area serta kawasan rawan seperti Gadog, Malang Raya dan Bali.
Drone Presisi akan memberikan data traffic counting dan gambaran situasi langsung dari udara. Informasi tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas seperti contraflow, sistem satu arah (one way), maupun pengalihan arus.
Meski memiliki kemampuan penegakan hukum, Agus menegaskan pendekatan dalam Operasi Ketupat bersifat kemanusiaan.