Nilai Tukar Rupiah Melemah, Budiman Sudjatmiko Soroti Peluang Ekspor

Aditya Pratama
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko dalam program Rakyat Bersuara yang disiarkan di iNews, Selasa (2/6/2026). (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menilai, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator kondisi ekonomi Indonesia sedang mengalami krisis.

Budiman mengatakan, situasi ekonomi global saat ini tengah menghadapi perubahan besar yang memengaruhi banyak negara. Karena itu, kondisi pergerakan mata uang harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, bukan hanya dari sisi kurs semata.

"Semua negara sedang berdiri di atas panggung yang mulai mengalami likuifaksi, pencairan. Basis ekonominya, suprastruktur politik, budaya, pendidikan, sedang mengalami pencairan," kata Budiman dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Perang Berkecamuk, Penyebab Rupiah Ambruk?' yang disiarkan di iNews, Selasa (2/6/2026).

Budiman meminta seluruh pihak untuk tidak menyederhanakan persoalan apabila krisis ekonomi hanya diukur dari pelemahan mata uang domestik terhadap dolar AS.

"Dalam keadaan seperti itu terlalu mereduksi kalau kita melihat Indonesia krisis hanya karena nilai mata uang kita menurun dibandingkan dolar AS," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.839 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

57 tahun lalu

Viral Aksi Licik Emak-Emak Gasak Pakaian Adat Bali di Gianyar, Toko Rugi Jutaan Rupiah

57 tahun lalu

Pasar Ampalu Padang Pariaman Terbakar, Pedagang Rugi Miliaran Rupiah

57 tahun lalu

Rupiah Melemah ke Rp17.885 per Dolar AS di Awal Perdagangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal