Negara-Negara Arab Respons Serangan Iran ke Wilayahnya, Tegaskan Siap Serang Balik

Tim iNews.id
Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) atau negara-negara Arab menegaskan, pihaknya memiliki hak hukum untuk merespons setiap agresi yang datang ke negara anggota. (Foto: AP)

"Dewan Menteri menegaskan bahwa, mengingat agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan terhadap negara-negara GCC, mereka akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan dan stabilitas mereka serta melindungi wilayah, warga negara, dan penduduk mereka, termasuk opsi untuk merespons agresi tersebut," bunyi pernyataan GCC.

GCC menegaskan menolak dan mengecam sekeras-kerasnya terkait serangan Iran yang menargetkan negara-negara GCC serta Yordania. Selain itu, GCC menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara-negara tersebut, prinsip bertetangga baik, serta pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, apa pun alasan atau dalih yang digunakan. 

"Dewan juga menegaskan bahwa penargetan warga sipil dan objek sipil merupakan pelanggaran berat terhadap aturan hukum humaniter internasional," katanya.

Para Menlu menyatakan solidaritas penuh terhadap negara-negara anggota GCC serta sikap persatuan dalam menghadapi serangan Iran. 

Selain itu, negara-negara anggota juga menegaskan bahwa keamanan negara-negara anggota tidak dapat dipisahkan, dan setiap serangan terhadap satu negara anggota merupakan serangan langsung terhadap seluruh negara GCC, sesuai dengan Piagam GCC dan Perjanjian Pertahanan Bersama.

Para Menlu menekankan perlunya penghentian segera serangan-serangan tersebut guna memulihkan keamanan, perdamaian, dan stabilitas di kawasan. Ditegaskan juga terkait pentingnya menjaga keamanan udara dan laut, melindungi jalur perairan regional, memastikan kelancaran rantai pasokan, serta menjamin stabilitas pasar energi global. 

"Dewan menegaskan bahwa stabilitas kawasan Teluk Arab bukan hanya kepentingan regional, tetapi merupakan pilar fundamental bagi stabilitas ekonomi global dan navigasi maritim," katanya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Klaim AS-Iran Sepakat Damai, Begini Respons Teheran

57 tahun lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS

57 tahun lalu

Balas Gempuran AS, Garda Revolusi Iran Gempur Lanud Al Azraq Secara Masif

57 tahun lalu

Iran Bantah Klaim AS Sistem Pertahanannya Hancur: Jangan Percaya Musuh!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal