"Mereka sekolah dan saatnya ayahnya bekerja sebagai oposisi dan aktivis jalanan. Sekarang saya tidak punya rumah dan tanah dan tercatat di LHKPN KPK sebagai Menteri Termiskin di Kabinet," ujarnya.
"Tetapi prestasi anak-anak saya bernilai tinggi. Saya tidak sombongkan diri, saya termasuk menteri yang anak-anaknya masuk sekolah top dunia," sambungnya.
Di kesempatan yang sama, Natalius Pigai menegaskan bahwa kedua anaknya sekolah tanpa biaya pemerintah, tanpa biaya LPDP seperti anak-anak pejabat Indonesia pada umumnya.
Bahkan, Pigai bercerita kalau dua anaknya itu tidak tahu lokasi kantor ayahnya bekerja dan selalu naik taksi atau bawa motor. "Bahkan 1 pegawai Kementerian HAM pun tidak kenal. (Boleh tanya mulai dari security, OB, sampai Dirjen/ Sekjen dan semua pejabat)," tegasnya.
"Sampai di sini kita bisa renungkan kualitas dan integritas, karakter, kapasitas, moralitas orang tuanya karena, buah matoa tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya'," ungkap Natalius Pigai.