MUI Minta Warga Hormati Perbedaan Awal Puasa: Jangan Rusak Persaudaraan

Jonathan Simanjuntak
Ketua MUI KH Anwar Iskandar meminta agar warga saling menghormati perbedaan puasa. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar mengatakan perbedaan awal dan akhir Ramadan merupakan suatu keniscayaan. Anwar menilai menjaga kerukunan umat muslim adalah hal yang lebih penting untuk dilakukan.

Anwar menjelaskan bahwa perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dalam keilmuan Islam. Ia juga menegaskan perbedaan awal Ramadan tidak menyangkut prinsip akidah.

"Perbedaan itu adalah keniscayaan karena sifatnya ijtihadi dan teknis. Karena itu, kemungkinan memulai atau mengakhiri puasa berbeda bisa saja terjadi. Namun yang paling penting adalah menjaga keutuhan sebagai umat Islam dengan saling memahami dan saling menghormati," ujar Anwar dikutip, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, selama hal tersebut tidak menyentuh prinsip dasar keimanan, perbedaan justru menjadi bagian dari kekayaan ilmu dan tradisi intelektual Islam.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Makro
5 hari lalu

BPS Catat Inflasi Maret 2026 Turun jadi 0,41% meski Puasa dan Lebaran

Nasional
6 hari lalu

Menlu 8 Negara Kecam Keras Israel: Halangi Ibadah di Masjid Al Aqsa hingga Gereja Suci Yerusalem

Nasional
16 hari lalu

Airlangga Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,5%, Didorong Geliat Ramadan

Nasional
17 hari lalu

Menag Ucapkan Selamat Idulfitri 1447 H: Puasa Perkuat Empati dan Kepedulian Sesama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal