Muhammadiyah dan DMI Dorong Reformasi Digitalisasi Masjid

Irfan Ma'ruf
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammdiyah, Haedar Nashir. (Foto: ANTARA)

Di Muhammadiyah sendiri, kata Haedar, pendidikan yang adaptif untuk generasi milenial sudah mulai dijalankan melalui dua sistem pengajaran, yaitu sekolah umum maupun agama dan madrasah diniyah. Kedua sistem tersebut lalu dikombinasikan dengan kurikulum yang terintegrasi.

Haedar menuturkan, Muhammadiyah mempunyai konsentrasi pendidikan yang holistik dengan mengintegrasikan pendidikan sekolah, masyarakat, dan keluarga. Dalam lingkungan masyarakat, pusatnya ada di masjid dan madrasah.

Wakil Ketua Umum DMI Komjen Pol Syafruddin berpendapat, masalah radikalisme dan terorisme menjadi bagian dari ancaman generasi hari ini. Karena itu, dia menegaskan perlunya penanggulangan kedua masalah itu dengan mengembangkan potensi masjid yang dimiliki umat.

“Ada 800.000 lebih masjid di Indonesia. Dapat dibayangkan jika masjid-masjid itu dimanfaatkan sebagai pusat pemberdayaan umat, tentunya dapat mengatasi kesenjangan ekonomi dan sosial yang selama ini masih menjadi embrio radikalisme,” kata Syafruddin.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Lengkap Lokasi Salat Iduladha Muhammadiyah 2026 di Bekasi, Digelar di 20 Titik

57 tahun lalu

Muhammadiyah Terbitkan Edaran Hemat: Kurangi Acara Seremonial dan Perjalanan Keluar Negeri

57 tahun lalu

Kemenag Buka Suara soal Heboh Isu Kas Masjid Dikelola Pemerintah

57 tahun lalu

Ketua PP Muhammadiyah: Beda Tanggal Lebaran Bukan Berarti Tak Taat ke Pemerintah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal