Dari Surabaya hingga Makassar: Suara Merchant yang Membentuk Produk
Abdul Muidz Aad memberikan ilustrasi konkret bagaimana setiap fitur MPStore terbentuk. Inovasi datang dari seorang pedagang di Surabaya yang membutuhkan proses restock barang yang lebih cepat. Dari pemilik warung di Makassar yang mempertanyakan mengapa proses rekonsiliasi penjualan harus menghabiskan dua jam setiap malam. Inovasi juga datang dari ribuan mikro pengusaha di seluruh penjuru Indonesia yang cukup percaya untuk mengatakan apa yang rusak dan terus kembali setelah masalah itu diperbaiki.
“It comes from a merchant in Surabaya who needed faster stock restocking. From a warung owner in Makassar who asked why reconciling sales took her two hours every night. From thousands of micro entrepreneurs across Indonesia who trusted us enough to tell us what was broken and kept coming back after we fixed it,” paparnya.
Filosofi Produk yang Sederhana
Bagi MPStore, prinsip kerjanya tetap sederhana: mendengarkan, membangun, dan tidak pernah berhenti memperbarui — sepanjang itu benar-benar membantu bisnis kecil berjalan lebih baik.
“Our job was simple: listen, build, and never stop updating as long as it genuinely helps small businesses run better. That’s the only product philosophy that matters to us,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penghargaan bagi MPStore hanyalah hasil sampingan (byproduct) dari kerja yang berorientasi pada dampak. Tonggak yang sesungguhnya, menurutnya, adalah ketika seorang merchant memberitahu tim MPStore bahwa bisnisnya tumbuh karena sesuatu yang dirilis perusahaan.
“Awards are a byproduct. The real milestone is when a merchant tells us their business grew because of something we shipped,” katanya.