Lebih lanjut Moeldoko pun berpesan jangan sampai anak-anak muda terprovokasi hasutan atau ajakan yang tidak pahami.
“Terpenting lagi, jangan lagi ada yang malu kalau tidak ikut unjuk rasa. Mulailah berani mengambil keputusan bahwa apa yang kita lakukan harus kita pahami tujuannya. Harusnya malu kalau berunjuk rasa tapi tidak paham tujuannya,” tuturnya.
Dia mengatakan bahwa banyak peristiwa menunjukkan peran anak muda dalam mengubah sejarah bangsanya. Namun dia mengingatkan adanya pameo yang sangat buruk yakni Biar Keliru Asal Heroik.
“Saya menghargai anak muda yang memiliki karakter kuat. Itu modal bagi bangsa untuk selalu optimis,” tuturnya.
Menurutnya pembelajaran politik yang benar bagi anak muda sangat penting. “Kalau tidak, malah jadi repot, karena anak anak akan menjadi instrumen kekerasan. Janganlah kita, sebagai orang tua atau guru, bersikap pasif baik secara sadar atau tidak sadar. Karena itu akan menjerumuskan mereka,” katanya.