“Dimulai dari Kamboja, Timor Leste, dan dalam waktu dekat Thailand serta Malaysia,” ujarnya.
Bentuk kerja sama yang akan dijalankan nantinya tidak hanya terbatas pada pertukaran mahasiswa. Kampus-kampus yang tergabung dalam konsorsium juga akan didorong untuk mengembangkan penelitian bersama, pertukaran dosen, hingga pengembangan program akademik lintas negara.
“Ada pertukaran pelajar, visiting professor, pemberian grant bersama, penelitian bersama, dan double degree juga termasuk,” kata Dendi.
Menurutnya, peluang tersebut dapat membantu mahasiswa memperoleh pengalaman internasional sekaligus meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi Indonesia. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka kesempatan bagi dosen untuk memperluas jejaring akademik.
Dendi optimis kerja sama lintas negara ini akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan, ia menilai kerja sama yang saat ini berfokus pada kawasan ASEAN berpotensi berkembang hingga ke negara-negara lain di luar Asia Tenggara.
“Mungkin bukan hanya lima tahun ke depan. Akan semakin banyak peluang kerja sama antara perguruan tinggi swasta di Indonesia dengan perguruan tinggi di wilayah ASEAN, bahkan tidak menutup kemungkinan ke negara lain,” ujarnya.
Melalui konsorsium tersebut, MNC University berharap kampus-kampus Indonesia memiliki akses lebih luas terhadap program internasional. Selain itu juga dapat meningkatkan daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tingkat regional maupun global.