Walaupun berhenti, cekungan tersebut tetap terisi air dan Telaga Sarangan terbentuk. Kyai dan Nyai Pasir diyakini telah berubah menjadi entitas gaib dan masih tinggal di Telaga Sarangan menunggu hingga kini.
Legenda ini diyakini oleh banyak penduduk setempat, dan mereka menggelar upacara bersih desa menjelang bulan Ruwah atau puasa.
Upacara labuh sesaji juga dilakukan sebagai penghormatan kepada Kyai dan Nyai Pasir serta untuk memperingati terbentuknya Telaga Sarangan.
Demikianlah Mitos Telaga Sarangan, semoga bermanfaat.