"Maka ekologi integral, pertobatan ekologis itu artinya pertobatan moral, hati nurani. Itu yang paling penting," ujar Suharyo, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, apabila ada keserakahan maka peradaban dunia tentu akan terganggu. Umat Katolik pun diajaknya untuk menjadi terang dan tidak serakah atas apa yang ada di bumi.
"Kalau orang serakah, orang serakah ya, namanya saja tidak bagus. Apakah dia akan memperhatikan saudara-saudaranya yang kekurangan? Kalau memperhatikan namanya bukan serakah, namanya orang kaya yang baik hati," ujarnya.
"Selama dunia ini penuh dengan keserakahan, bukan hanya pribadi, tetapi sebagai bangsa, apalagi keserakahan itu didukung oleh kekuatan senjata, habislah yang namanya keadaban itu," sambung dia.
Kardinal Suharyo mengatakan, Paskah merupakan perayaan dari kegelapan menuju titik perjanjian. Dia lantas mengajak umat Katolik untuk hadir melayani dan tetap berjuang dalam keadaan apa pun.
"Semangat Paskah mengajak, khususnya umat Katolik yang kami layani, di tengah-tengah keadaan seperti itu, keadaan seperti apa pun kita pasti harus tetap berjuang untuk teguh di dalam iman, kokoh di dalam harapan, dan tetap menyala di dalam kasih," katanya.