Miris! 80 Tahun Merdeka Sekolah di Muarojambi Masih Reyot dan Desa Belum Dialiri Listrik

Azhari Sultan
Sekolah reyot di Desa Tanjung Lebar, Muarojambi, Jambi, menjadi potret miris dunia pendidikan di usia 80 tahun kemerdekaan RI. (Foto: MPI/Azhari Sultan)

Dia menegaskan, tarik-ulur batas wilayah seharusnya tidak mengorbankan pendidikan anak-anak.

“Inikan untuk anak bangsa kita. Mau Batanghari atau Muarojambi, pendidikan tetap harus jalan. Tapi karena konflik tapal batas, Muarojambi tidak bisa membangun,” katanya.

Kepala Dusun III Sungai Jerat, Sukri, membenarkan kondisi tersebut. Dia menyebut jarak menuju sekolah cukup jauh.

“Kalau dari Dusun III ke lokasi sekolah, butuh waktu sekitar 1 jam,” ucapnya.

Menurut Sukri, sekolah itu dulunya dibangun dengan swadaya masyarakat. Namun hingga kini belum ada pembangunan berarti karena status wilayah masih abu-abu.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Program Transformasi Sekolah Manggarai Barat Resmi Ditutup

57 tahun lalu

Sri Mulyani: Sekolah Rakyat Ide Prabowo agar Anak Tak Terjebak Kemiskinan

57 tahun lalu

Digitalisasi, Pemerintah Bagikan 15.000 Laptop untuk Siswa Sekolah Rakyat

57 tahun lalu

Pemerintah Siapkan 15.000 Laptop untuk Sekolah Rakyat, Tiap Siswa Dapat Satu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal