Minum Oli Bikin Stamina Kuat? Dokter: Sangat Menyesatkan!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi oli kendaraan. (Foto: Ilustrasi AI)

Selain itu, rendahnya literasi kesehatan masyarakat turut memperparah kondisi. Banyak orang belum mampu membedakan informasi berbasis bukti ilmiah dengan sekadar testimoni atau pengalaman pribadi yang belum tentu benar.

Menurut Dicky, fenomena ini tidak bisa dipandang remeh karena berpotensi menimbulkan dampak luas dalam konteks kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan adanya risiko social contagion effect, yaitu kecenderungan perilaku berbahaya untuk ditiru secara massal.

"Kalau dibiarkan, ini bisa memicu klaster keracunan massal dan membebani fasilitas kesehatan seperti IGD dan ICU," ujarnya.

Dia menambahkan, kasus serupa pernah terjadi di berbagai negara saat pandemi Covid-19, ketika masyarakat terpengaruh misinformasi dan mengonsumsi zat berbahaya seperti desinfektan, metanol, hingga cairan pemutih.

Akibatnya, banyak korban mengalami keracunan akut, gagal napas, kerusakan organ, bahkan kematian.

Belajar dari pengalaman tersebut, Dicky menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi dari pemerintah dalam menghadapi penyebaran informasi menyesatkan.

Klarifikasi berbasis sains, kata dia, harus segera disampaikan kepada publik agar tidak kalah cepat dari laju misinformasi di media sosial.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

MUI Tegaskan Minum Oli Haram!

Nasional
7 jam lalu

Viral Warga Makassar Minum Oli, Klaim Pegal Linu Hilang Semua!

Motor
6 hari lalu

Motor Jarang Dipakai, Apakah Ganti Oli Berdasarkan Waktu atau Jarak Tempuh?

Aksesoris
2 bulan lalu

Mengintip Standar API SQ pada Oli Kendaraan, Apa Itu?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal