Selain itu, produksi pangan nasional juga terus berjalan setiap bulan. Amran menjelaskan produksi pangan Indonesia berada pada kisaran 2,6 juta ton hingga 5,7 juta ton per bulan, sementara kebutuhan nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan.
"Jadi, InsyaAllah pangan aman," tegas Amran.
Amran menyebut, pemerintah saat ini juga mengantisipasi dua tantangan sekaligus, yakni memanasnya kondisi geopolitik global dan potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada April mendatang.
Meski demikian, dia menilai dampak El Nino tahun ini diperkirakan tidak sekuat yang terjadi pada 2023. Di mana saat itu pemerintah sempat merencanakan impor beras hingga 10 juta ton, namun akhirnya dapat ditekan menjadi sekitar 3 juta ton.
"Tidak usah risau dengan El Nino sekarang ini lebih lemah daripada sebelumnya. Lebih lemah. Tidak sekuat dari sebelumnya. Insya Allah kita bisa hadapi padahal kita belum siap waktu itu. Sekarang persiapan ini dengan hubungannya geopolitik selesai. Karena pangan kita aman," tuturnya.