Yvonne juga mengungkapkan terdapat sejumlah permintaan pertemuan bilateral dengan Sugiono dari beberapa negara peserta BRICS. Namun, jadwal pertemuan masih disesuaikan mengingat agenda forum yang cukup padat.
“Bilateral tetap dijadwalkan, tapi masih kami pastikan karena agendanya sangat padat. Ada juga pertemuan lain yang tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya.
Dia menegaskan, Indonesia memandang BRICS sebagai forum penting untuk memperkuat kerja sama antarnegara berkembang dan mendorong tata kelola global yang lebih inklusif.