Sementara itu, Sugiono menjelaskan, penugasan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF tidak berkaitan dengan ada atau tidaknya hubungan diplomatik dengan Israel. Menurutnya, mandat ISF semata-mata untuk menjaga perdamaian.
“Karena ini kan bukan kaitannya dengan pengakuan atau ada tidaknya hubungan diplomatik. Ini adalah pasukan yang mendapatkan mandat untuk menjaga perdamaian, terdiri dari berbagai unsur yang tugasnya intinya adalah menjaga situasi,” ungkapnya.
Sugiono mengatakan dalam petunjuk pelaksanaan dari mandat ISF, setiap negara yang berpartisipasi memiliki ruang untuk menyampaikan batasan atau National Caveat. Indonesia, kata dia, telah menegaskan batasan tersebut secara jelas.
“National Caveat kita juga sudah kita sampaikan ke ISF, kalau kita tidak melakukan operasi militer, kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi,” ujar Sugiono.