Menlu Minta PBB Lindungi Warga Sipil Korban Konflik di Tengah Pandemi Covid-19

Rizki Maulana
Menlu Retno Marsudi (Foto: Antara)

"Indonesia bersama dengan Norwegia, Jerman, Qatar dan Uzbekistan meluncurkan Joint Statement yang mendukung gencatan senjata di Afghanistan," kata Retno.

Hal yang kedua, memastikan ketaatan terhadap hukum kemanusiaan internasional. Menurutnya, konflik pengambilan wilayah dengan cara paksa yang terjadi di Palestina merupakan contoh konkret dimana hukum humaniter sangat dibutuhkan.

"Palestina tidak hanya menghadapi pandemi Covid-19, namun juga harus menghadapi aneksasi yang masih terus dilakukan. Oleh karenanya, masyarakat internasional harus mencegah aneksasi lebih lanjut terhadap Palestina," katanya.

Lalu yang ketiga, menurutnya pemberdayaan perempuan merupakan elemen penting dalam perlindungan warga sipil. Perempuan, kata Retno, harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan dan implementasi strategi perlindungan warga sipil. 

Selain itu, Indonesia, ungkapnya, juga berkomitmen dalam meningkatkan jumlah pasukan perdamaian perempuan. Hingga saat ini, pasukan perdamaian perempuan jumlahnya tercatat hanya 154 orang.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Buletin
6 hari lalu

Presiden Prabowo Kumpulkan Mantan Menlu di Istana, Bahas Geopolitik Strategis

Nasional
6 hari lalu

Prabowo Undang Eks Menlu ke Istana Sore Ini, Marty Natalegawa hingga Retno Marsudi Hadir 

Nasional
5 bulan lalu

Riwayat Pendidikan Retno Marsudi vs Sri Mulyani: Persahabatan dari Zaman SMA hingga ke Kursi Menteri

Nasional
5 bulan lalu

Sosok Anak Retno Marsudi yang Wisuda Bareng Anak Sri Mulyani di FK UI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal