Asisten Sekretariat Daerah (Setda) DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Aria Nugrahadi mengatakan, Pemda DIY berharap kesiapannya untuk menyambut Hari Raya Idulfitri dan libur Lebaran dapat terpantau dalam kondisi yang baik dan terkendali.
“Perlu kami sampaikan bahwa beberapa saat yang lalu Pemda DIY melakukan serangkaian persiapan terkait dengan Lebaran. Di dalam catatan kami kemungkinan ada potensi lalulintas pemudik yang akan masuk ke Jogja akan mencapai 8 juta traffic/orang. Tentunya kesiapan dan perhatian dari Kemenko Polkam menjadi suatu keyakinan bagi kami untuk bisa menyambut, melayani dalam rangkaian lebaran nanti menjadi lebih baik,” ujar Aria.
General Manager Yogyakarta International Airport, Ruly Artha mengatakan, Bandara YIA telah mempersiapkan posko yang akan beroperasi secara penuh pada tanggal 11 Maret dengan melibatkan 669 personel. Dijelaskan bahwa pihak bandara memprediksi puncak arus mudik terjadi pada tanggal 13 Maret.
“Bandara juga memfasilitasi permintaan airline yang ingin beroperasi 24 jam. Dan untuk antisipasi delay, kami dari pihak bandara turut serta memberikan pemahaman pada masyarakat karena ini juga masih menjadi salah satu hal yang cukup polemik,” ujar Ruly.
Sementara itu, Direktur Operasi PT KAI Awan H Purwadinata menyampaikan puncak arus mudik di stasiun Tugu Jogja tidak terlalu ramai dibanding arus balik.
“Strategi yang dilakukan dalam rangka antisipasi libur lebaran yaitu melakukan pemantauan daerah khusus. Kemudian terkait pintu perlintasan, ini yang masih menjadi masalah sehingga kami mengantisipasi agar pintu perlintasan yang resmi akan ada penjaganya,” kata Awan.
Awan menuturkan, KAI juga bekerja sama dengan BMKG untuk mengantisipasi prakiraan cuaca.
“Intinya kami siap untuk melakukan pelayanan, kami juga butuh dukungan dari Kemenko Polkam terkait dengan peningkatan pelayanan,” tuturnya.