Menkeu Purbaya Ungkap Alasan Ancam Bekukan Bea Cukai

Binti Mufarida
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pembekuan Bea Cukai merupakan bagian dari rencana untuk memperbaiki kinerja. (Foto: Binti Mufarida)

Purbaya menyebut, sejumlah permasalahan di Bea Cukai yang memang mendesak untuk segera dilakukan perbaikan.

"Ada under-invoicing ekspor yang nilainya lebih rendah. Ada juga barang-barang yang illegal masuk yang nggak ketahuan segala macam. Orang kan nuduh, katanya Bea Cukai main segala macam," kata dia.

Purbaya menegaskan, belum tahu menahu mengenai tuduhan yang dialamatkan kepada Bea dan Cukai tersebut. Tetapi dirinya memiliki catatan sendiri hasil dari investigasi internal Kemenkeu.

"Jadi gini yang ada pencatatan, kita sudah investigasikan ada katanya ekspor dari mana? China-nya besar apa, total ekspornya nggak sama dengan total impornya gitu. Dari Cina ke Indonesia atau dari Indonesia ke China," tuturnya.

"Tapi ada jalan yang sebagian dari China tuh ke Singapura, baru Singapura ke Indonesia. Kalau orang pakai UN.com trade database, .kalau cuma lihat satu sisi aja, itu nggak pas. Tapi kalau kita gabung yang sini sama yang sini ke sini.itu akan sama. Jadi bedanya nggak banyak. Hanya beda CIF, FOB aja. Jadi antara ekspor sampai impor aja pengitungannya," ucapnya.

Purbaya menegaskan akan melakukan investigasi lebih lanjut perihal temuan tersebut.

"Untuk semua jenis ekspor, apakah seperti itu? Atau apakah ada penggelapan? Ini masih kita kerjakan manual. Nggak lama lagi kita akan kerjakan pakai AI. Jadi akan lebih cepat," ujarnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
7 jam lalu

Purbaya Ogah Beri Wejangan ke Thomas Djiwandono: Dia Lebih Pintar dari Saya, Sudah Jago

Nasional
13 jam lalu

Purbaya Siapkan Rp15 Miliar untuk Aktifkan Kembali 11 Juta Peserta PBI BPJS

Nasional
13 jam lalu

11 Juta Peserta PBI BPJS Tak Langsung Dicoret, Pemerintah Beri Masa Transisi 3 Bulan

Nasional
15 jam lalu

11 Juta Peserta PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan Bikin Ribut, Purbaya: Saya Rugi, Image Jelek

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal