Dia menegaskan, menjaga hutan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, namun butuh kerja sama dan keterlibatan masyarakat, termasuk dari dunia pendidikan. Oleh sebab itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan menjaga dan melestarikan hutan.
"Kalau kalian tahu ada daerah tandus di Gunungkidul kemudian di kelola oleh Universitas Gadjah Mada, kemudian menjadi sangat hijau, ini bagian dari program KHDTK. Jadi mahasiswa praktik di wilayah tersebut sehingga melestarikan hutan tapi secara bersamaan juga mendapatkan produktivitas dari hutan," tuturnya.
Diketahui, 1.992,69 hektare hutan itu akan digunakan sebagai lokasi konservasi Rafflesia arnoldii dan ekosistem pendukungnya melalui pendekatan berbasis ekosistem. Pemberdayaan masyarakat sekitar juga akan dilakukan melalui pelatihan sistem agroforestri kopi berkelanjutan.
Selain itu, kerja sama itu juga bertujuan untuk penguatan kelembagaan, meningkatkan kompentensi SDM dalam manajemen konservasi dan kewirausahaan, serta pengembangan pariwisata berbasis lingkungan.