Menhut bakal Evaluasi Prosedur Keamanan di Gunung Rinjani usai Pendaki Brasil Jatuh

Felldy Aslya Utama
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (kiri) dan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Julu Antoni (kanan). (Foto: Ist)

"Sehingga secara cepat jika ada kondisi kedaruratan bisa terantisipasi dengan baik. Jadi sekali lagi kami tidak antikritik, kita akan perbaiki SOP kita," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli juga meminta agar para pendaki tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan dalam pendakian. 

"Momentum ini saya juga memberkan imbauan kepada masyarakat bahwa naik gunung itu ngak sama dengan ke mal. Ke gunung agak lain, situasinya spesifik perlu ada edukasi, persiapan yang lebih baik," kata dia.

Di sisi lain, dalam rangka memperketat keamanan, dia juga menyampaikan akan kembali memasifkan sertifikasi guide hingga membuat peringkat potensi bahaya gunung-gunung di Indonesia. 

"Oleh karena itu jadi bagian dari evaluasi kita, mungkin kita akan sertifikasi guide akan kita masifkan kembali, kemudian juga mungkin ada perengkingan terhadap kebahayaan atau potensi kedaruratan sebuah gunung, mana yang paling berbahaya, sehingga misalkan kalau belum pernah naik gunung A yang kedaruratannya lebih kecil maka tidak boleh naik gunung B," ucap Raja Juli.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 tahun lalu

Tragedi di Rinjani: Kemenpar Tegaskan Pentingnya Kepatuhan SOP Pendakian Ekstrem

1 tahun lalu

Viral Pendaki Irlandia Nyaris Tewas di Gunung Rinjani, Sempat Terjatuh seperti Juliana Marins

1 tahun lalu

Pendaki Malaysia Jatuh di Gunung Rinjani, Porter Respons Cepat Tolong Korban

1 tahun lalu

Gunung Rinjani Kembali Dibuka Hari Ini, Sempat Tutup selama Evakuasi Pendaki Brazil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal