"Tapi setelah kita berada di situ, membuat pangkalan, dan pangkalan itu sudah jadi, dengan latihan, kemampuan dan sebagainya. Ini begal kriminal di situ yang tadinya minus sekian persen, sekarang menjadi plus sekian persen kriminalnya hilang, sudah di atas 50%," ujarnya.
Kemudian, kata dia, adanya batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat terutama UKM.
"Contoh gaji yang paling kecil untuk seorang prajurit itu Rp6 juta satu orang. Kalau dia seribu orang dalam satu batalyon dan dia belanjakan Rp1 juta setiap bulan, berarti dia Rp1 miliar di desa dan di kecamatan tempat mereka. Itu menimbulkan UKM," tuturnya.
Lalu, keberadaan batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan juga ditujukan untuk membantu akses kesehatan, yakni satu prajurit rela untuk donor darah tiga kali setahun.
"Sehingga kita bikin bank darah sendiri untuk penampung siapa yang ingin mengambil memerlukan darah dari rakyat yang berada di bawah. Dan tidak dipungut bayaran. Darah yang dari prajurit gratis untuk kebutuhan kaum dhuafa. Hanya memang kita beri profilaksis setelah ambil darah ada bantuan-bantuan supaya mereka tetap sehat-sehat saja. Nah ini keberadaan dari batalyon teritorial pembangunan ini," pungkasnya.