Dari sisi konsumsi, pemerintah menyiapkan 51 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah guna melayani kebutuhan makan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Dia memastikan layanan transportasi juga telah dipastikan siap, mulai dari bus antarkota hingga bus khusus ibadah.
“Transportasi jemaah juga sudah kita siapkan meliputi bus antarkota baik dari Madinah ke Makkah, kemudian dari Jeddah ke Makkah, maupun nanti dari Makkah ke Madinah ataupun dari Makkah ke Jeddah sebagai rute pulang,” ujarnya.
Irfan menjelaskan Bus Shalawat akan beroperasi selama 24 jam untuk mengantar jemaah dari pemondokan menuju Masjidil Haram. Pemerintah juga menyiapkan bus Masyair untuk mobilitas jemaah selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina.
Dari sektor kesehatan, pemerintah menyediakan 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah. Setiap kelompok terbang (kloter) juga akan didampingi oleh satu dokter dan satu tenaga kesehatan.