Diketahui, ancaman teror itu dikirimkan saat siswa sedang melakukan upacara pagi. Setelah penyisiran Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi.
Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan pelaku.
"Betul (dicek kejiwaan pelaku)," kata Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino De Tech.