Pengelola masjid pun menuturkan, tidak akan mengubah bangunan ini, tapi jika ada yang sudah jelek atau rusak akan direnovasi karena memang bentuknya yang unik serta akulturasi budaya yang sesuai dengan ciri khas Kota Salatiga.
Pengelola masjid lantas menambah sejumlah fasilitas di Masjid Klenteng ini seperti aula. “Kami menambah fasilitas seperti Aula H Zaenal Abidin tetapi tetap dengan corak serta dekorasi khas Tionghoa,” ucapnya.
Selain tempat ibadah, di masjid ini juga terdapat Pondok Pesantren Enterpreneur. Tujuan pendirian pondok ini agar Masjid Klenteng kian semarak. Saat ini, ada sekitar 35 santri yang mondok. Mereka dari pagi hingga malam selalu mengisi kegiatannya di Masjid Klenteng, mulai dari salat sampai mengaji bersama.
Untuk pengembangan, lahan sebelah timur masjid juga dibangun mess bagi santri. Saat ini, sudah ada 10 santriwan dan 25 santriwati dari berbagai daerah di Indonesia. Santriwan dan santriwati itu belajar mulai dari jenjang SMP, SMA, dan kuliah.
Seperti pada umumnya, pesantren ini juga untuk memperdalam ilmu agama. Namun, nilai plus lain di ponpes di bawah Yayasan H Zaenal Abidin ini adalah para santri juga dibekali dengan ilmu kewirausahaan (entrepreneurship).