“Negara harus hadir memastikan pekerja tidak tertinggal oleh perubahan zaman. Program pelatihan dan peningkatan keterampilan harus diperluas agar tenaga kerja kita mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menekankan perlunya perlindungan yang lebih kuat terhadap hak-hak pekerja, termasuk jaminan sosial, keselamatan kerja, serta kepastian upah yang layak. Pemerintah diminta untuk memastikan seluruh regulasi ketenagakerjaan dapat diimplementasikan secara konsisten dan adil.
Sekjen DPP Partai Golkar itu memandang stabilitas hubungan industrial akan berdampak langsung terhadap iklim investasi. Dengan hubungan yang harmonis, Indonesia akan semakin menarik bagi investor, yang pada akhirnya membuka lebih banyak lapangan kerja.
Oleh karena itu, Sarmuji mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Hari Buruh sebagai momentum refleksi dan kolaborasi.
“May Day bukan hanya tentang memperingati perjuangan buruh, tetapi juga tentang memperkuat semangat kebersamaan. Dengan kerja sama yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, kita optimistis dapat mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.