Maruarar soal Wacana Rumah Subsidi Mungil: yang 60 Meter Nggak Ada di Kota

Danandaya Arya Putra
Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa rumah subsidi 60 meter tidak ada di perkotaan sehingga wacana rumah 18 meter dipertimbangkan. (foto: MPI)

"Konsumen juga soal tempat yang tidak terlalu jauh di kota itu menjadi penting sekali. Jadi pertimbangan, lokasi, lokasi, lokasi, lokasi, kemudian soal desain jadi penting. Harga juga jadi penting. Kita tentu menyampaikan kepada publik untuk mendapatkan tanggapan termasuk kritikan," ungkapnya.

"Supaya ada rumah kebanyakan buat millenial yang ada di perkotaan kan begitu, karena selama ini saya dengar juga mereka yang paling penting tempatnya layak. Tidak kumuh. Tidak usah terlalu besar juga tidak apa-apa. Kita dorong dong wacana ini ke publik," tutur dia.

Sementara itu, wacana rumah subsidi 18 meter persegi menuai kontra masyarakat hingga pengamat. Ide tersebut dinilai tak layak bagi manusia dan bisa menciptkan lingkungan kumuh.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Bisnis
56 menit lalu

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses Hunian Terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Nasional
8 hari lalu

Kementerian PKP segera Bangun 18 Tower Rusun Subsidi di Meikarta Tahun Ini

Nasional
18 hari lalu

Sambangi KPK, Maruarar Bahas Penggunaan Lahan Meikarta jadi Rusun Bersubsidi 

Health
27 hari lalu

Banyak Nakes Tinggal di Pengungsian, Menkes Janjikan segera Rehabilitasi Rumah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal