"Sempat ngojek juga di kampus (IPB). Dari situ saya berpikir kalau begini terus, hidup saya stagnan, nggak ada perubahan. Alhamdulillah, diberi kemudahan. Masuk diploma, lanjut S1 di UNS Solo, kemudian lanjut lagi magister hingga doktor di IPB," kata Hudi.
Terkait disertasinya, pria yang juga dosen tetap Sekolah Vokasi IPB itu mengatakan kalau Kabupaten Bogor memiliki potensi desa wisata yang sangat besar. Namun, ia menilai pengelolaan desa wisata belum optimal.
Untuk itu, ia memaparkan bahwa komunikasi pemasaran lewat media sosial sangatlah penting dalam mengembangkan desa wisata.Semakin tinggi pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Insyagram dan Youtube maka komunikasi pemasaraan semakin meningkat popularitasnya.
Selain itu, pengembangan desa wisata di Kabupaten Bogor juga membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan, khususnya dari pemerintah daerah Kabupaten Bogor.
Pemerintah daerah dinilai perlu membuat kebijakan yang prioritas seperti mengadakan pelatihan komunikasi pemasaran dan pemanfaatan media digital. Serta memfasilitasi modal untuk menguatkan kewirausahaan pelaku wisata agar desa wisata menjadi semakin berkembang.
"Selain itu, pelaku desa wisata di Kabupaten Bogor perlu membuka diri dengan cara aktif mencari informasi di media untuk meningkatkan fasilitas di desa wisata. Seperti wahana atau spot foto yang menarik sehingga dapat menarik wisatawan," saran dia.