Mantan Komisioner KPU Sebut Laporan Dana Kampanye Masih Banyak Celah Penyelewengan

Inin nastain
Ilustrasi Surat Suara Pemilu (Foto: Dok. Sindonews).

JAKARTA, iNews.id - Sistem Pemilu di Indonesia dinilai masih banyak celah membuka peluang terjadinya praktik-praktik kotor. Kondisi tersebut bahkan sudah terlihat saat pelaporan dana kampanye.

Mantan Komisioner KPUHadar Nafis Gumay mengatakan, terdapat kelemahan dalam hal pengaturan dana kampanye. Ironisnya, kelemahan itu tidak diatasi, seiring dengan adanya kesepakatan pemerintah dan DPR yang tidak mengubah regulasi itu.

“Salah satu kelemahan dari pengaturan dana kampanye. Ini masih sangat lemah. Sementara kita sudah sadari betul, DPR dan pemerintah kita sepakat untuk tidak mengubah Undang-undang walaupun sekarang sudah terlalu terlambat kalau kita mau pancing-pancing untuk mengubahnya ya,” kata Komisioner KPU Periode 2012 – 2017 itu dalam acara diskusi, Senin (22/3/2022).

Dia menjelaskan dalam aturan dana kampanye itu, tidak terdapat aturan tentang pengeluaran dari dana tersebut. Hal itu dinilai dia, menjadi peluang bagi pihak-pihak yang akan memanfaatkan celah untuk melakukan kecurangan.

“Bahwa pengaturan dana kampanye tidak juga membatasi atau mengatur secara jelas pengeluarannya juga harus dari rekening yang satu ini, yang dipantau, yang harus dilaporkan dan diaudit.

Kelemahan yang lain, jelas dia, dana kampanye yang diaudit itu hanya yang dilaporkan saja. Sehingga, di luar itu, masyarakat luas tidak bisa mengetahui gambaran tentang dana kampanye itu.

“Jadi terbuka ruang yang sangat besar dimana pengeluaran, pemasukan yang tidak dilaporkan di dalam daftar rekening kampanye ini, ya tentu tidak bisa menjadi pantauan dari audit ini. Jadi banyak bolong-bolong yang memang ada di dalam pengaturan dana kampanye kita ini,” kata dia.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif

57 tahun lalu

Komisi II DPR Dorong Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Antisipasi Penyalahgunaan Suara

57 tahun lalu

KPU Kaji Pakai E-Voting untuk Pemilu 2029 di Luar Negeri, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Perindo Konsolidasikan Kekuatan di Jawa Barat, Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal