Mantan Anak Buah Ungkap Prabowo Tidak Punya Buku Putih Pertahanan Indonesia

muhammad farhan
Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Laksamana Madya (Laksdya) TNI (Purn) Agus Setiadji dalam Podcast LanjutGan dengan host Reinhard Sirait, Jumat (5/1/2024). (Foto: Istimewa)

Kemudian kepada negara lain juga disampaikan Indonesia melaksanakan pengadaan senjata ini dalam rangka untuk balancing power, bukan untuk menyerang anda (negara sahabat). "Itulah pentingnya Buku Putih Pertahanan karena buku putih tidak hanya disampaikan ke internal tapi juga ke eksternal," ujar Agus.

Agus menjelaskan, buku putih itu juga menyampaikan tentang rencana pembelian alutsista. Contohnya, saat Agus menjadi Deputi Politik Luar Negeri Kemhan, dirinya didatangi dirjen Kemhan Australia. 

"Mereka menyampaikan, 'Pak, 5 tahun ke depan kami (Australia) akan beli kapal selam seperti ini. Bukan tujuannya untuk meyerang negara Bapak tapi tujuannya balancing power, sebab kami (Australia) melihat risiko di atas (perairan Australia) yang lebih tinggi lagi'. Begitu penjelasan buku putih dari Kemhan Australia," kata Agus.

Agus mengatakan, penjelasan yang ada di Buku Putih Kemhan tidak perlu mendetail Selain itu, kata Agus, buku putih juga menjelaskan tentang adanya risiko ancaman terhadap pertahanan sebuah negara. Di dalam buku putih itu, bisa dilihat risiko ancaman sebuah negara itu seperti apa.

Menurut Agus, kalau hingga saat ini menhan tidak mempunyai Buku Putih Pertahanan, maka hal itu dipertanyakan

"Padahal seharusnya dalam Buku Putih Pertahanan Negara itu masyarakat bisa paham, ternyata tujuan negara melakukan pengadaan senjata seperti ini untuk apa," kata Agus.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya soal Prabowo Nombok Biaya Dinas Luar Negeri: Gak Ada Aturannya, Boleh Saja

57 tahun lalu

Prabowo Teken Perpres Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

57 tahun lalu

Prabowo Terbitkan Perpres Baru Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ini Isi Lengkapnya

57 tahun lalu

Pertimbangan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang jadi Kepala BGN: Tegas-Disiplin Jalankan SOP

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal