Makna Bhinneka Tunggal Ika, Pengertian, Fungsi, serta Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Shabrina Saraya
Ilustrasi Makna Bhinneka Tunggal Ika (Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Makna Bhinneka Tunggal Ika sangat besar bagi masyarakat Indonesia. Negara Indonesia merupakan sebuah bangsa besar dengan berbagai suku hingga agama yang memiliki satu semboyan untuk mempersatukan.

Apakah Makna Bhinneka Tunggal Ika?

Indonesia merupakan negara kepulauan yang membentang dari samudra Pasifik hingga Hindia sehingga memiliki banyak keragaman. Keberagaman itu tidak hanya pada bidang budaya, namun juga suku, agama, dan bahasa.

Perbedaan yang ada ini tidak menjadikan Indonesia terpecah belah, melainkan menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang berlandaskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Melansir buku “Indonesiaku Bhinneka Tunggal Ika” karya Widya Ningsih, Bhinneka merupakan gabungan dari dua kata yang berasal dari bahasa Jawa kuno.

Bhinna artinya berbeda-beda, Ika artinya itu, dan Tunggal artinya satu. Jika digabungkan semuanya menjadi “berbeda beda itu satu itu”. Sedangkan, dalam bahasa Indonesia berarti berbeda tetapi tetap satu jua.

Makna Bhinneka Tunggal Ika, yakni meskipun kita berbeda agama, suku, budaya, dan bahasa, namun kita tetap satu, yaitu bangsa Indonesia. Sehingga dari suku apapun, budaya berbeda, dan bahasa yang tidak sama, kita semua tetap bangsa Indonesia. Oleh karena itu Bhinneka Tunggal Ika sangat bermakna bagi keberlangsungan negara Indonesia. 

Contoh Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari:

  • - Menghargai perbedaan agama di antara sesama teman
  • - Menghargai perbedaan suku yang ada
  • - Tidak mengolok-olok teman yang berbeda
  • - Membantu teman tanpa melihat identitasnya
  • - Menghindari sikap diskriminasi dan rasis
  • - Selalu bangga terhadap NKRI
  • - Mempelajari budaya Indonesia yang berasal dari daerah lain
  • - Mempelajari bahasa yang berasal dari daerah lain
  • -Tidak memilih-milih teman berdasarkan suku bangsa maupun agama
  • - Menghormati perbedaan yang ada.
Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BPIP Ajukan Anggaran Khusus Rp343 Miliar, Ingin Bangun Pusdiklat Seluas 7 Hektare

57 tahun lalu

BPIP Ajukan Tambahan Anggaran 2027 Rp370 Miliar, Buat Sosialisasi Pancasila hingga Diklat

57 tahun lalu

Hasto PDIP: Pancasila Bukan Sekadar Ideologi, tapi Gugatan terhadap Kolonialisme

57 tahun lalu

Tugas Paskibraka Pusat 2025 Berakhir, Diangkat Jadi Duta Pancasila

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal