Mahfud Ungkap Penyebab Pertumbuhan Ekonomi RI Tak Pernah Tembus 7 Persen

Michelle Natalia
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, mengikuti debat kandidat di JCC, Jakarta, Jumat (22/21/2023). (Foto: MPI/Arif)

JAKARTA, iNews.id – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengungkapkan alasan utama ekonomi RI tak pernah tembus 7 persen. Hal itu disampaikannya dalam Debat Cawapres di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).

“Mungkin tidak Anda menargetkan mendapat pertumbuhan ekonomi 7persen di dalam 1 tahun? Karena di dalam sejarah reformasi tidak pernah sampai tumbuh sebanyak 7 persen,” ungkap Mahfud.

Dia mengatakan, angka tersebut dulu hanya itu tercapai pada tahun 1989 sampai 1991 di era Orde Baru. “Lalu pertanyaan itu saya sampaikan kepada beberapa orang ahli, lalu mereka mengatakan hanya karena kebodohan kita, kita ini tidak bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi menjadi 7 persen karena kita ini kaya raya dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang hebat,” ujarnya.

Dia menjawab bahwa alasan utamanya adalah banyak korupsi dan inefisiensi di sektor-sektor pertumbuhan ekonomi, yaitu di sektor konsumsi belanja pemerintah ekspor impor dan investasi. Hal tersebut, sebut Mahfud, memang benar terjadi.

“Coba lihat berdasar hasil segi transparansi internasional korupsi terjadi di lembaga legislatif eksekutif dan yudikatif secara besar-besaran. Korupsi juga terjadi di tiga matra alam kita ini, kita menginjak bumi ada korupsi di tanah dan pertambangan. Kita ke laut ada korupsi di masalah kelautan, kita melihat udara pesawat terbang kita ternyata di udara juga banyak korupsi,” kata Mahfud.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kejagung Tak Sita 21.801 Motor Listrik dalam Kasus Korupsi MBG, Kenapa?

57 tahun lalu

Kejagung Ungkap Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil BGN Bersekongkol Korupsi MBG

57 tahun lalu

Kejari Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Wawali Bandung Erwin, Status Tersangka Gugur

57 tahun lalu

Istana soal Dadan Cs hingga Silmy Karim Terjerat Korupsi: Kita Sangat Prihatin

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal