Pada kesempatan yang sama Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh sependapat dengan pernyataan Mahfud MD. Dia menyampaikan, ada hal yang belum selesai kaitannya dengan persoalan pers, yaitu meningkatkan kualitas para jurnalis, profesionalitas mereka dan kemerdekaan pers.
"Oleh sebab itu, pertemuan terakhir dengan Menko Polhukam beberapa bulan lalu, saya kira sangat menarik untuk kita gagas dan tindak lanjuti. Ada pelatihan-pelatihan bersama antara Kemenko Polhukam dengan Dewan Pers," katanya.
Sementara itu Ketua Forum Pemred, Kemal Gani tidak memungkiri perilaku sebagian media yang jurnalisnya kerap menulis judul tidak sesuai isi berita, terutama media abal-abal. Dia mengajak pemerintah dan asosiasi pers bersama-sama membangun ekosistem media nasional yang sehat.
"Kami bersama Dewan Pers dan asosiasi-aaosiasi media yang tergabung dalam Task Force Media Sustainability menyadari hal ini karena itu salah satu concern kita media abal-abal," kata pendiri The London School of Public Relations (LSPR) itu.
Saat ini, kata dia tim Task Force sedang menyiapkan draf undang-undang terkait platform global. "Kita ini media mainstream yang sudah diverifikasi, jumlahnya tidak sampai 1.000 yang sudah diverifikasi secara faktual. Sementara media yang bebas sebebas bebasnya ada 800 ribuan Pak Menko. Kita kayak dikeroyok," katanya.