Guntur Romli mengecam tindakan aparat yang dinilai represif terhadap mahasiswa yang hanya ingin menyuarakan aspirasi kritis.
"Mahasiswa tersebut tidak melakukan tindakan membahayakan ataupun menyerang pribadi Wapres Gibran. Mereka hanya menagih janji kampanye pilpres mengenai penyediaan 19 juta lapangan pekerjaan," katanya.
“Kalau mereka menyambut dengan poster yang memuji dan menjilat Gibran, tentu tidak akan ditangkap. Tapi karena ini kritik, langsung dibungkam,” ucapnya lagi.
Dia juga menyindir, mahasiswa tidak menuntut bantuan seperti bansos atau susu gratis yang kerap dibagikan, melainkan menagih komitmen yang sebelumnya dijanjikan.
Sebelumnya, Wakapolres Blitar Kota Kompol Subiyantana membenarkan adanya insiden tersebut namun menegaskan tidak ada penahanan.