"Setelah peristiwa di Makassar dan sekarang di Mabes Polri semua pihak tidak bisa memandang ini secara biasa-biasa saja, harus ada perhatian sungguh sungguh dan pengamanan ekstra ketat khususnya kepada kepolisian," katanya.
Sebagaimana diketahui, seorang perempuan berinisial ZA menerobos masuk Markas Besar Polri. Ia nampak membawa senjata api dan sempat menembak enam kali secara sporadis. Namun, ZA akhirnya ditembak mati polisi.
Setelah peristiwa itu, Densus 88 Antiteror bergerak cepat menuju kediaman terduga teroris yang berada di Jakarta Timur. Dari rumah terduga pelaku ditemukan surat wasiat.