Lulusan Membeludak, Kemendiktisaintek akan Tutup Prodi Tak Relevan dengan Industri

Rizky Agustian
Ilustrasi lulusan perguruan tinggi. (Foto: Istimewa)

"Sebenarnya yang dibutuhkan itu prodi apa ke depan, itu yang akan kita coba susun nanti bersama," tutur dia.

Badri mengharapkan dukungan dari Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) terkait kajian tersebut. 

Dia menekankan manfaat bonus demografi tidak akan terserap secara maksimal apabila pendidikan tinggi tak memfasilitasi agar lulusannya relevan dengan kebutuhan industri. Menurut dia, hal ini penting agar target pertumbuhan ekonomi tercapai.

"Memang saat ini bonus demografi digaungkan di mana-mana, tapi kalau pendidikan tinggi yang diharapkan bisa mengantar untuk kita menjadi negara maju itu tidak kita sesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi ke masa depan, tentunya akan tidak match gitu," kata Badri.

Menurut dia, sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia menganut market driven strategy atau pendekatan bisnis yang menempatkan kebutuhan pasar sebagai pusat operasional dan pengambilan keputusan. Strategi ini, kata dia, mengakibatkan jumlah lulusan melampaui kebutuhan pasar yang akhirnya tidak terserap secara maksimal.

"Market driven itu apa? Yang lagi lari siapa dibuka gitu prodinya gitu. Kemudian oversupply di situ gitu," ucapnya. 

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
27 hari lalu

Ini 20 Prodi dengan Persaingan Terketat di SNBP 2026

Nasional
27 hari lalu

10 Prodi PTN Terfavorit di SNBP 2026, Ada Pilihanmu?

Nasional
3 bulan lalu

156 Prodi Spesialis Kedokteran Baru Resmi Dibuka, Tambah 3.150 Mahasiswa FK

Nasional
5 jam lalu

Heboh Wacana Penutupan Prodi, Kemendiktisaintek: Itu Opsi Terakhir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal