“Saat ini kedaulatan suatu negara tidak hanya ditentukan dengan kedaulatan teritorial semata, tetapi lebih dari itu, juga sangat ditentukan oleh posisi kedaulatan digital, kedaulatan aset sejarah dan budaya, kedaulatan ekologis, kedaulatan pangan dan energi serta kedaulatan teknologi futuristik," ujar Said.
Menurutnya, Indonesia perlu melakukan evaluasi terhadap aset-aset strategis agar mampu memperkuat posisinya di tingkat global.
Dalam kesempatan yang sama, Said Aqil mendorong negara-negara BRICS Plus agar mampu berperan lebih besar dalam menyelesaikan berbagai persoalan global.
“Perang atas nama apa pun harus dihentikan, krisis ekologi harus diakhiri, agar peradaban dunia tidak bergerak menuju kepunahan. Krisis ekologi harus diakhiri, dengan upaya-upaya yang sangat revolusioner, agar bumi kembali utuh dan selamat dari kehancuran,” kata dia.
Sementara itu, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menegaskan komitmen negaranya dalam mendukung upaya perdamaian dan perlindungan kebebasan beragama.
“Tiongkok akan selalu mendukung upaya damai dan perdamaian, demikian halnya akan selalu menghormati kebebasan beragama dan melindungi umat beragama dalam menjalankan ibadahnya,” kata Wang Lutong.