Lonjakan Suara PSI Diduga Pakai Cara Tak Halal, Pengamat: Berbahaya, Merusak Demokrasi

Ari Sandita Murti
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bersama para petinggi PSI (foto: Antara)

Hal tersebut menurut Romy tidak masuk akal. Dia pun meminta KPU dan Bawaslu tidak menutup mata atas penyimpangan itu.

“Mohon atensi KPU dan Bawaslu, operasi apa ini? Meminjam Bahasa Pak Jusuf Kalla, apakah ini operasi "sayang anak" lagi?” tulisnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PSI Mikhail Gorbachev Dom meminta seluruh pihak untuk bersabar. Dia meminta agar raihan suara PSI ini tidak di-framming negatif.

"Jadi ini kami pikir sih kita sabar ya, sabar saja. Kita tunggu rekapitulasinya. Jangan di-framming macam-macam nih, karena memang ini kan semua pihak sedang berusaha ya," ucap Mikhail, Sabtu (2/3/2024).

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar Orang, Transisi Pemerintahan Tetap Damai

57 tahun lalu

Jokowi Safari Politik Bareng PSI, Puan Maharani: Hak Warga Negara, tapi Jaga Kondusivitas

57 tahun lalu

Ajak Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Cerminkan Semangat Demokrasi

57 tahun lalu

Qodari soal Diskusi di UGM Kisruh: Demokrasi Bisa Terjadi Kalau Ada Dialog

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal