Logo Halal Bermotif Gunungan Wayang, Kemenag : Tidak Benar Dikatakan Jawa Sentris

Riezky Maulana
Logo Halal diterbitkan Kemenag punya filosofi (Foto : Kemenag)

BPJPH tidak serta merta menetapkan logo halal ini hanya pada satu pertimbangan, tapi banyak sekali pertimbangan. Pertimbangan besarnya adalah bagaimana logo yang akan menjadi brand untuk produk yang beredar di Indonesia maupun luar megeri dan bersertifikat halal itu memiliki makna, diferensiasi, konsistensi, dan distingsi. 

“Distingsi ini bukan asal berbeda, tapi keberbedaan yang menjadi ciri khas dari Indonesia, sekaligus menghubungkan antara keindonesiaan dan keislaman,” paparnya. 

Ramuan dari berbagai elemen bentuk, corak, dan warna itulah yang menjadi dasar desain logo halal. Ditambah dengan studi elemen visual bentuk logo/logo yang digunakan Badan/Lembaga Sertifikasi Halal seluruh dunia. 

"Ada 12 (duabelas) opsi/alternatif desain logo halal yang disodorkan ke BPJPH dengan berbagai bentuk yang sangat kaya merepresentasikan kekayaan budaya Islam dan Indonesia", katanya. 

Ketiga, gunungan wayang, tidak hanya digunakan di Jawa. Dalam sejumlah tradisi masyarakat yang lekat dengan wayang, juga menggunakan gunungan.  Misalnya, wayang Bali dan wayang Sasak. 

“Wayang Golek yang berkembang di Sunda juga menggunakan gunungan,” tuturnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
2 hari lalu

Wamenag Sebut Kurikulum Pencegahan LGBT Diterapkan Mulai Kelas 4 SD

6 hari lalu

Kemenag Verifikasi Arah Kiblat di 725.669 Titik saat Matahari Tepat di Atas Ka'bah

7 hari lalu

Budaya LGBT Jadi Ancaman, Pemerintah bakal Batasi Konten untuk Cegah Penyebaran

8 hari lalu

Kemenag Mulai Susun Materi Pendidikan untuk Cegah Penyebaran LGBT di Sekolah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal