Latar Belakang Pertempuran 10 November 1945, Ultimatum Sekutu hingga Neraka di Surabaya

Luthfi Fahmi Amali Umar
Pertempuran Surabaya (foto: http://www.iwmcollections.org.uk)

Perjuangan dan Peran Besar Para Pemimpin

Bung Tomo melalui siaran radio tidak hanya menggerakkan rakyat tetapi juga menjadi simbol perlawanan. Tokoh-tokoh agama seperti KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Wahab Hasbullah juga memobilisasi dukungan dari santri dan masyarakat. Kota Surabaya, melalui pengorbanan pejuang dan rakyat sipil, diabadikan sebagai Kota Pahlawan.

Pengakuan dan Penghargaan yang Disebut Hari Pahlawan Nasional

Pertempuran Surabaya, meskipun berakhir dengan kekalahan pihak Indonesia, peristiwa tersebut tetap membawa pengakuan internasional dan penghargaan. Pada 1959, pemerintah menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan sebagai penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan yang berjuang mengusir penjajah.

Memperingati Hari Pahlawan bukan hanya sebagai penghormatan, tetapi juga momentum untuk meneladani semangat juang mereka dalam mempertahankan kemerdekaan.

Demikianlah latar belakang pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Pertempuran ini memperlihatkan perjuangan yang epik, menorehkan sejarah yang membanggakan dan memperkuat tekad Indonesia untuk meraih kemerdekaan.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
13 hari lalu

Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Pembangunan 10 Kampus Kerja Sama RI-Inggris

Nasional
13 hari lalu

Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Progres Kerja Sama Pendidikan RI–Inggris

Nasional
16 hari lalu

Prabowo Tiba di Tanah Air usai Kunjungi Inggris, Swiss dan Prancis

Nasional
19 hari lalu

Prabowo Gandeng Inggris Bangun 10 Kampus STEM dan Kedokteran di RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal