Lambang Sila ke-4 Pancasila, Ini Makna dan Penerapannya dalam Kehidupan

Puti Aini Yasmin
Lambang Sila ke-4 Pancasila

Selain itu, simbol warna merah yang melambangkan keberanian. Hal ini sejalan dengan sikap dan perilaku masyarakat Indonesia yang sangat berani dan kuat. Dengan begitu, negara Indonesia juga dikenal atau identik dengan negara yang kuat dan berani.

Dalam musyawarah, setiap orang harus berani mengemukakan pendapat yang faktual. Selain itu, setiap orang harus memiliki kemampuan untuk secara bertanggung jawab melaksanakan tantangan yang muncul dari pengambilan keputusan konseling.

Makna Lambang Sila ke-4 dan Contohnya

Dikutip dari buku ‘Tematik Kelas 5 SD Kemendikbud’ makna lambang sila ke-4 dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

  • Berani berpendapat.
  • Menerima kekalahan dengan ikhlas.
  • Bersikap terbuka.
  • Bertanggung jawab melaksanakan mufakat.
  • Selalu menyelesaikan masalah dengan musyawarah.
  • Tidak memaksakan kehendak atau pendapat saat bermusyawarah.
  • Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.
  • Selalu mengutamakan kepentingan bersama, baik itu untuk sesama masyarakat, bangsa, atau negara.
  • Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap warga Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  • Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
    iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  • Di dalam musyawarah, diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan, mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  • Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan. 

Semoga kita selalu bisa mengamalkan makna lambang sila ke-4 ya!

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BPIP Ajukan Anggaran Khusus Rp343 Miliar, Ingin Bangun Pusdiklat Seluas 7 Hektare

57 tahun lalu

BPIP Ajukan Tambahan Anggaran 2027 Rp370 Miliar, Buat Sosialisasi Pancasila hingga Diklat

57 tahun lalu

Hasto PDIP: Pancasila Bukan Sekadar Ideologi, tapi Gugatan terhadap Kolonialisme

57 tahun lalu

Tugas Paskibraka Pusat 2025 Berakhir, Diangkat Jadi Duta Pancasila

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal